Rabu, 28 April 2010

Pelajaran Dari Sebuah Cerita Tentang Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentangku?"
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya.
"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja denganpensil yang lainnya." Ujar si cucu.Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."
"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalumembimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya" .

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkanarang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal -hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena ituselalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

Selasa, 05 Januari 2010

JANGAN SUKA MENGELUH

Azzahra Dzikra 31 Desember 2009 jam 11:16 Balas
Assalamu`alaikum wr.wb.

Apa kabar, Saudaraku? Semoga limpahan rahmat ALLOH SWT senantiasa diberikan kepadamu..

Saya ingin mengajak instropeksi diri pada Kamis yang indah ini… Pernahkah kita mengeluh? Seberapa seringkali kita mengeluh dalam keseharian kita? Ayo, jujur..Saya yakin yang tahu jawabannya adalah hati Saudara sendiri..

Orang yang suka mengeluh berarti IA TIDAK MENSYUKURI NIKMAT ALLOH SWT dan IA MENYERAH PADA KEADAAN . Sebagaimana kita telah diingatkan pada Al Qur`an Surah Al Maidah ayat 11 :

‘HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, INGATKLAH AKAN NIKMAT ALLOH SWT KEPADAMU, KETIKA SATU KAUM BERCITA-CITA HENDAK MENYERANGMU DENGAN TANGANNYA, LALU ALLOH SWT MENAHAN TANGAN MEREKA DARIPADAMU DAN TAKUTLAH KEPADA ALLOH SWT DAN KEPADA ALLOH SWT HENDAKLAH BERTAWAKKALLAH ORANG-ORANG YANG BERIMAN.”

Subhanallah, betapa malunya kita bila diri kita acapkali selalu dan selalu mengeluh..Misalnya, badan kita kurang tinggi, kita mengeluh: ‘’ DUH, KOK PENDEK YAH? Kita merasa kurang cantik/tampan, kita mengeluh ‘’DUH, KOK KAYA GINI SIH TAMPANGKU?’’ Dan masih banyak hal lain yang mungkin hatimu sendiri yang tahu…


DaLam Surah Al Maidah 11 tersebut, bahkan ALLOH SWT telah memberikan contoh nyata kepada kita, salah satu nikmatnya yaitu keselamatan yang seringkali lupa kita untuk mensyukurinnya.

Saya pernah mengalami apa yang ada dalam Surah Al Maidah 11 dimana saya hendak diserang oleh suatu kelompok yang subhanallah berjumlah besar, sampai orang di sekitar saya heran, kok saya tidak apa-apa..Alhamdulillahi, ALLOH SWT melindungi saya kala itu. Saya melihat dengan mata saya sendiri mereka lewat di hadapan saya dengan penuh emosinya. Namun, alhamdulillahi, mata mereka, ditutup oleh ALLOH SWT untuk menemukan saya . Saya hanya dzikir dalam hati dan yakin bahwa pertolongan ALLOH SWT ada untuk saya waktu itu..

Itulah, saya sarankan marilah kita perbaiki diri, sekecil apapun masalah kita, kekurangan diri kita, janganlah kita sering mengeluh karena sesungguhnya nikmat-nikmat ALLOH SWT selalu diberikan kepada kita setiap detik nafas kita tanpa kita sadari.

Mudahan bermanfaat nasihat saya kali ini.

Jazaakumullaahu khoiron…

Wassalamu`alaikum wr.wb.cerita sastra